Esai 16-Perubahan Paradigma Filsafat

Sudah 3 bulan proyek filsafat dan upaya perancangan sistem ini dimulai dan dalam total 30 esai sudah dibuat mencakup 15 topik esai yang dibagi menjadi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun setelah mulai terjadinya kelelahan dan kesulitan untuk mengulas konsep-konsep tertentu, maka dibutuhkan suatu perubahan paradigma dalam menulis esai-esai filsafat ataupun esai-esai sejenisnya. Perubahan ini dipicu oleh beberapa penyadaran penting.

Dalam esai-esai sebelumnya aku pernah menjelaskan tentang konsep puing, bahwa sistem filsafat baru mau tidak mau dibuat dari sisa-sisa filsafat yang ada yang sudah diruntuhkan. Secara intuitif sistem yang bagus harus dibuat dari beragam macam puing, tidak hanya 1 jenis puing saja. Masalahnya selama ini sistem yang kurancang hanya berdasarkan reruntuhan dalam diriku saja, padahal seharusnya dibangun dengan puing kolektif dan bukan puing pribadi.

Lalu adanya fakta bahwa konsep-konsep filsafat mulai rumit dan mulai sulit untuk dibahas, karena terlalu fokus pada kolektif ide dan bukan pada individualitas setiap ide. Barangkali karena itu fokus kurang untuk satu ide filsafat dan sisanya menjadi berantakan. Seharusnya untuk sekarang dan berikutnya, setiap esai tidak harus saling terkait, tapi membahas ide-ide filsafat sampai tuntas, jadi kembali pada doktrin sebelumnya yaitu fokus pada kualitas ide daripada kuantitas esai. Entah kenapa doktrin kualitas tertinggal entah di mana.

Hal ini memiliki beberapa konsekuensi, yaitu esai-esai tidak lagi ditulis dalam fokus sistematisasi dan karena itu kemungkinan besar tidak akan ada penerapan hyperlink lagi untuk memudahkan penulisan. Ya pasti akan ada keterkaitan, tapi fokusnya adalah untuk menjelaskan ide-ide secara individual dan secara terfokus sehingga diperoleh suatu bangunan yang baik untuk dapat ditempatkan dalam kota sistem filsafat.

Esai filsafat tetap akan ditulis dan dibuat dan akan tetap dilabeli dengan nomor, hal ini akan memudahkan saat sungguh waktunya untuk merancang sistem filsafat nantinya. Selain itu nomor esai membantu kita melacak jumlah esai yang sudah dibuat dan menjadi suatu kodifikasi yang baik. Barangkali selain itu akan ada esai-esai lainnya yang ditulis kalau di luar materi filsafat utama, tapi itu adalah perihal lain kali, sekarang tulisan singkat ini cukuplah sudah. 

Comments

Popular posts from this blog

Essay 5-Conscious Experience

Essay 21-Change II

Essay 15-Original and Derivative Objects