Posts

Showing posts from December, 2020

Essay 23-Consciousness

Prologue to the English Version It is no philosophical material that motivates this prologue, rather the spiritual experience of despair and darkness due to the immense difficulty this essay has brought me. As such I wish to declare that the English version of this essay will be heavily watered down and be a simplified form of the Indonesian version. Expansion essays detailing on concepts will be released in the future, but for now it is possible that English only readers will obtain less information than bilingual or Indonesian readers. Introduction Throughout the first essays, we have mostly dealt with concepts of ontology and objects, but there is one concept which is highly significant for the proof of such concepts and yet we have not discussed it exclusively. This concept is of course consciousness or conscious experience. This essay will explain briefly the fundaments of consciousness and conscious experience, focused solely upon those 2 subjects. Fundaments of Conscious...

Esai 23-Kesadaran

Pembukaan Dalam sistem filsafatku, kesadaran mengambil posisi penting karena melalui kesadaranlah kebenaran diperoleh. Namun selama perjalanan metafisik kita, sepertinya belum ada penjelasan atau pembahasan tentang kesadaran yang begitu mendalam. Padahal ada berbagai macam aspek kesadaran yang layak dan penting untuk dibahas untuk memahami posisi kesadaran dalam kenyataan secara lebih baik. Oleh sebab itu, dihadirkan mega esai ini untuk menjelaskan secara mendalam berbagai aspek mendasar tentang kesadaran atau pengalaman sadar. Pengalaman Sadar Kita sudah pernah membahas tentang pengalaman sadar sebagai totalitas pengalaman manusia yang mencakup pengalaman inderawi dan pengalaman mental secara komprehensif. Namun kita harus mensintesis pengetahuan yang kita miliki sebelumnya untuk memperoleh pemahaman yang lebih lengkap. Kita tahu bahwa di balik pengalaman sadar selalu ada suatu benda, pertanyaan dulu adalah apakah benda itu adalah pengalaman sadar itu sendiri atau benda yang ter...

Essay 22-Space and Time

Opening Throughout most of my essays, I have discussed mostly ontological concepts and the concept of objects. There is one particular metaphysical concept which is yet to be properly explained by the virtue of having been partially explained and being not as important as ontology, change, and objects in general. It is the concept of space and time. Time has been explained rather thoroughly from the concept of change, but admittedly space isn’t explained that much, as such this essay will attempt to explore such concepts. Space It is true that I personally find difficulties in forming any good definition of space. We can try explain it from its key properties. It is also important to differentiate philosophical space from physical or mathematical space. Mathematical space is actually still related to philosophical space but physical space not so much. Space in philosophy is simply the understanding of all space in its most abstract forms, without involving the mathematics of spac...

Esai 22-Ruang dan Waktu

Pembukaan Selama ini kita banyak membahas tentang ontologi dan kebendaan tapi tidak tentang suatu unsur metafisik yang dirasa penting dalam konteks fisik dunia mutlak ini yaitu ruang dan waktu. Ruang hampir tidak pernah dibahas, tapi waktu sebenarnya sudah banyak disinggung dalam konsep-konsep tentang perubahan. Alasannya sederhana, karena keduanya bukan unsur yang paling penting dan juga sudah sebagian dibahas, tapi sekarang kedua konsep ini akan dibahas sampai dinilai tuntas. Ruang Ruang adalah wadah atau sarana benda-benda dapat ditata atau diorganisir dalam suatu tatanan kebendaan mutlak. Sebenarnya sulit sekali menjelaskan aspek-aspek ruang karena merupakan fenomena kesadaran dan tanpa kesadaran akan sedikit sulit menjelaskan atau memahami keruangan. Ruang hadir begitu saja, dan karena kita menyadarinya, keberadaannya terjamin dan bukan hanya konstruksi pikiran. Ruang harap dibedakan dengan ruang dalam istilah fisika karena ruang yang fisik itu dapat kita kenali sifatnya s...

Essay 21-Change II

Prologue to the English Version In the Indonesian version, this essay took 2 days to write due to the immense complexities my brain had to endure writing the first subtopic of eternity and change. The writing process of the first subtopic “fried” my brain and thus exhausted myself due to the complex nature of it. In fact, I would most likely not understand the contents of my own writing and I believe it to not be completely of my own work rather a partial inspiration from God. It is to such extent that I must label it so. It is hoped that the contents of the English version will be simplified and less complex compared to the Indonesian version. Opening The essay of change has been written, but newer concepts of reality involving change has introduced more questions and phenomena which must be explained thoroughly. From such questions I find 3 main questions that is the relationship between eternity and change, interactive change, and the streams of change. This essay will then be...

Esai 21-Perubahan II

Pembukaan Konsep perubahan memang sudah pernah dibahas, tapi menyisakan kompleksitas yang semakin dalam yang tidak dapat dibahas sekilas oleh Metafisika I. Maka pertanyaan-pertanyaan dan kompleksitas-kompleksitas perubahan yang baru ditemukan harus dijawab dalam satu esai yang besar yang komprehensif. Maka judulnya pun “Perubahan II”, dan bukan konsep perubahan yang lebih spesifik, karena akan ada 3 konsep atau subkonsep yang terbahas. Sekiranya esai ini dapat memperjelas konsep atau pemahaman tentang perubahan. Kekekalan dan Perubahan Kita mengasumsikan bahwa kekekalan dan perubahan tidak saling melanggar, tapi saat kita menerapkan sifat-sifat yang sepenuhnya ke dalam setiap benda dinamis, maka akan tampak suatu kerumitan yang luar biasa, yang akhirnya memaksa kita untuk merenungkan kembali apakah perubahan sungguh tidak melanggar kekekalan? Awalnya kita memahami bahwa perubahan adalah proses benda “keluar-masuk” wilayah aktualitas, tapi ini sebelum kita mengenali dan memahami b...