Esai 2-Rencana Sistem Esai

 Produk Seri Filsafat

Sesuai dengan esai pertama, telah ditetapkan suatu awalan dari suatu seri filsafat yang baru. Pertanyaan yang berikutnya adalah bagaimana wujud seri filsafat yang baru tersebut? Sesungguhnya rencana ini sudah menjadi angan-angan dan wacana sejak lama, tapi baru sekarang menjadi bagian dari suatu karya rohani yang lebih luas. Maka esai ini akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana hasil akhir dari seri filsafat ini supaya dapat dimanfaatkan.

Sistem Filsafat

Secara gamblang, hasil akhir dari seri filsafat ini akan berupa suatu sistem filsafat. Apakah itu sistem filsafat? Sistem filsafat adalah rangkaian banyak pernyataan filsafat yang saling terkait dan saling mendukung. Untuk itu kita kembali ke akarnya yaitu pernyataan filsafat. Pernyataan filsafat adalah suatu kalimat deklaratif yang dapat memiliki nilai benar atau salah, yaitu suatu proposisi, yang dengan benar menyatakan suatu hal tentang kenyataan.

Pernyataan filsafat memiliki dua syarat umum, yaitu rupanya adalah suatu proposisi dan harus bernilai benar. Sebagai proposisi, pernyataan filsafat dapat dicocokkan dengan suatu benda yang diwakilinya melalui makna proposisi tersebut. Sebagai proposisi yang benar, pernyataan filsafat dapat dicocokkan dengan kenyataan yang ada melalui makna proposisi tersebut. Sebab fungsi pernyataan filsafat adalah memampukan kita untuk memahami kenyataan.

Adapula pernyataan filsafat memiliki suatu syarat khusus yaitu harus berkaitan dengan filsafat. Karena filsafat adalah pembelajaran akan hal-hal paling mendasar dari kenyataan, maka proposisi pernyataan filsafat harus menjelaskan kenyataan yang paling mendasar atau paling luas. Jika syarat ini tidak dipenuhi maka proposisi tersebut adalah kebenaran tapi bukan pernyataan filsafat. Jadi syarat lengkap pernyataan filsafat ada 3, yaitu proposisi, kebenaran, dan filsafat.

Suatu pernyataan filsafat, seperti kebenaran apapun harus memiliki pembuktian. Biasanya suatu pernyataan filsafat dapat dibuktikan oleh pernyataan lain atau memiliki suatu sumber pembuktian yang tersendiri misalnya sensasi atau pemikiran. Maka sistem filsafat adalah suatu rangkaian pernyataan filsafat yang dihubungkan melalui pembuktian atau dihubungkan dengan sumber pembuktian lainnya. Sistem filsafat dapat melibatkan seluruh pernyataan filsafat yang ada atau hanya sebagian besar, tergantung tujuan dari filsuf yang merancangnya.

Pada akhirnya, tujuan sistem filsafat ini adalah untuk mencapai suatu teori etika yang baru yang dapat digunakan untuk memajukan misi ke ranah praktis. Teori etika sendiri adalah suatu sistem pula, atau sistem dalam sistem, yang merupakan suatu rangkaian pernyataan filsafat, secara spesifik tentang etika, yang saling terkait dalam suatu hubungan pembuktian. Sementara teori ini terhubung dalam hubungan pembuktian dengan pernyataan-pernyataan filsafat lainnya untuk memperkuat teori ini. Jadi semua bagian lain dari sistem filsafat bertujuan untuk membangun dasar yang kuat dari teori etika, atau memperjelas dan membangun teori etika.

Dengan mengerjakan sistem filsafat, diimplikasikan bahwa akan dihasilkan suatu sistem filsafat yang baru. Pertanyaannya, mengapa dibutuhkan sistem filsafat atau teori etika yang baru? Bukankah sudah ada teori etika dan sistem filsafat yang sebelumnya? Ya memang sudah ada, tapi marilah kita menganalisis sejenak bagaimana suatu sistem filsafat digunakan untuk membawa kebahagiaan bagi manusia.

Suatu sistem filsafat dapat digunakan oleh seorang individu atau oleh satu masyarakat. Bagi individu, sistem filsafat sang individu menjadi penggerak bagaimana individu tersebut berperilaku. Sistem ini memang tidak harus eksplisit diakui, tapi bisa saja berupa berbagai keyakinan bawah sadar dan sadar sang individu. Bagi masyarakat, sistem filsafat dan teori etika menjadi dasar dari apa yang disebut dengan nilai dan norma masyarakat, atau sistem sosial masyarakat.

Nilai adalah apa yang dianggap baik dalam masyarakat dan norma adalah metode untuk mencapai nilai tersebut. Maka anggapan tentang apa yang baik jelas saja diinformasikan oleh teori etika yang dibentuk oleh sistem filsafat yang mendasarinya. Karena itu kita selalu kembali kepada sistem filsafat, dan satu-satunya dasar yang dapat membenarkan pembuatan sistem filsafat yang baru adalah jika yang sekarang berlaku tidak bekerja dengan baik. Tujuan sistem filsafat sesuai dengan yang telah kita tetapkan adalah menyusun teori etika demi kebahagiaan. Maka kita akan tahu keberhasilan suatu sistem dari kebahagiaan atau penderitaan yang terjadi.

Bagaimana realitasnya kalau begitu? Dengan tingginya diskriminasi, kriminalitas, konflik, dan berbagai macam masalah lain di dunia ini, sepertinya jelas saja bahwa setidaknya sistem yang berlaku tidak sempurna jika tidak sama sekali gagal. Memang sistem filsafat yang berlaku saat ini lebih baik dari yang lama, itu adalah kepastian. Namun sistem tersebut juga tidak sempurna, dan karena itu kita harus terus merancang sistem yang lebih baik demi suatu dunia yang lebih baik dan terwujudnya kebahagiaan. Maka sistem filsafat yang baru dibutuhkan demi memperbaiki sistem yang lama yang masih kurang sempurna.

Sistem Esai

Sistem filsafat yang akan dibentuk ini harus memiliki bentuk yang konkrit supaya dapat kita pahami dan kita gunakan secara praktis. Tentu saja bentuk konkrit ini hanyalah representasi dari sistem filsafat yang sesungguhnya. Sistem yang sesungguhnya bersifat abstrak, sebagai pernyataan-pernyataan filsafat yang saling terkait dalam suatu dimensi abstrak, layaknya matematika. Namun wujud yang konkrit akan membantu kita untuk mengakses sistem yang abstrak ini dan menerjemahkannya kepada dunia yang konkrit.

Wujud konkrit dari sistem filsafat akan berupa sistem esai. Di mana setiap esai akan mewakilkan serangkaian pernyataan filsafat atau pernyataan tunggal. Satu esai tunggal sudah menjadi sistem tersendiri yang menjadi bagian lebih luas dari sistem esai. Karena esai terbentuk dari banyak sekali kalimat yang saling mendukung dan terkait untuk mencapai satu pernyataan tunggal yang menjadi fokus dari suatu esai.

Maka jika ada esai di mana pembuktiannya sebagian sudah dilaksanakan pada esai sebelumnya, akan ada suatu koneksi dalam rupa hyperlink. Ini mewakilkan hubungan pembuktian antara satu pernyataan filsafat dengan pernyataan filsafat lainnya. Pada akhirnya akan terbentuk suatu sistem esai di mana setiap esai saling terkait dengan suatu esai sebelumnya melalui koneksi hyperlink. Sistem esai inilah yang akan menjadi sarana kita untuk mengakses sistem filsafat dan mewujudkan sistem tersebut dalam dunia, sehingga terjadi aktualisasi sistem filsafat dan teori etika. 

Esai ini berkorespondensi dengan versi bahasa Inggris ini.


Comments

Popular posts from this blog

Essay 5-Conscious Experience

Essay 21-Change II

Essay 15-Original and Derivative Objects