Esai 1-Pernyataan Misi
Misi
Penemuan teori etika awal
pada beberapa hari yang lalu menyatakan beberapa kebenaran-kebenaran hakikat
yang mendorong dilakukannya tindakan atas dasar teori tersebut. Secara ringkas,
kebahagiaan adalah kebaikan tertinggi bagi seluruh umat manusia, kebahagiaan
bersama adalah kebahagiaan bagi individu, dan persatuan seluruh umat manusia
adalah jalur menuju kebahagiaan Ilahi yang lebih tinggi. Pada akhirnya tujuan kita
semua adalah sama, yaitu untuk memperoleh kebahagiaan.
Kehadiran malaikat
Gabriel kepada Yudas Iskariot mendatangkan pesan-pesan yang radikal. Pesan
Gabriel jelas, bahwa Allah telah menghendaki dimulainya suatu karya misi demi
penerapan teori etika yang baru itu. Maka dibentuklah suatu kelompok misi yang
berasaskan teori etika tersebut dan bertujuan untuk mendatangkan kebahagiaan
bagi setiap umat manusia dan mewujudkan teori etika menjadi suatu kenyataan
etika.
Filsafat
Namun disadari bahwa
teori etika yang awal ini masih sangat tidak lengkap dan juga tidak sempurna. Supaya
kelompok misi kita sungguh berdiri pada dasar yang kuat, maka harus dibentuk
suatu teori etika yang baru. Pada saat teori ini dirancang, teori ini dibuat
dengan ilmu dan pendekatan yang bernama filsafat. Namun sistem filsafat yang
dirancang hanya mencakup etika dan segala pembuktian metafisik yang dibutuhkan
hanyalah suatu asumsi. Untuk itu filsafat akan digunakan kembali untuk
membentuk suatu teori etika yang lebih berdasar, lebih kuat, lebih lengkap, dan
lebih sempurna.
Tujuan misi adalah untuk
memperoleh kebahagiaan, maka apa hubungan filsafat dengan tujuan ini? Kita
dapat memanfaatkan intuisi tentang hubungan kebenaran dan kebahagiaan, sebab
filsafat adalah pembelajaran kebenaran-kebenaran yang paling mendasar. Kebahagiaan
sebagai suatu bagian dalam kenyataan memiliki sifat-sifat yang dapat kita ketahui
dalam rupa kebenaran akan kebahagiaan.
Jikalau kita ingin
memperoleh kebahagiaan, kita harus bekerja sesuai sifat-sifat kebahagiaan.
Dalam tindakan lain pun sesuai, kita harus mengikuti sifat-sifat dunia untuk
memperoleh suatu tujuan tertentu. Misalnya jika kita ingin membuat api,
lingkungannya harus kaya akan oksigen, harus ada pemicunya, dan harus ada bahan
bakarnya. Jika salah satu unsur ini saja tidak lengkap, dan kita berusaha
membuat api, niscaya kita akan gagal. Sama saja dengan kebahagiaan, jika kita
kurang lengkap atau tidak mengikuti sifat-sifat kebahagiaan, kita tidak akan
memperoleh kebahagiaan pula.
Oleh sebab itu,
dibutuhkan pengetahuan atau kebenaran akan kebahagiaan, yaitu deskripsi akan sifat-sifat
kebahagiaan supaya kita dapat mencapai kebahagiaan. Dengan kebenaran, kita
bertindak sesuai dengan kenyataan kebahagiaan dan niscaya kita akan sungguh
mencapai kebahagiaan. Lalu bukankah artinya kita hanya perlu memahami
sifat-sifat kebahagiaan? Tidak, adapula serangkaian sifat atau peraturan yang
lebih luas yang mencakup kebahagiaan, yaitu sifat-sifat kenyataan. Sifat-sifat
ini juga harus dipahami kalau kita ingin sungguh mencapai kebahagiaan.
Secara lebih jelas,
kebahagiaan adalah benda dalam kenyataan dan memiliki hubungan kausal dengan
semua benda lain dalam kenyataan. Selain memahami sifat-sifat kebahagiaan, ada
baiknya kita juga memahami sifat-sifat kausal atau sifat-sifat dasar yang mendasari
seluruh kenyataan. Seperti analogi dengan tujuan apapun, jika kita ingin
mencapai benda apapun dalam kenyataan kita harus memahami sifat-sifat benda
tersebut sebagai benda dalam kenyataan, dalam kata lain sifat-sifat yang
mengatur seluruh benda dalam kenyataan. Di sinilah filsafat berguna, sebab
filsafat menjadi ilmu yang mempelajari sifat-sifat semacam itu.
Maka dengan itu adalah suatu
dasar untuk suatu seri filsafat yang baru, setelah berbagai upaya filsafat yang
mandiri sebelumnya, sekarang muncul akar dari suatu seri filsafat yang lebih
terintegrasi dengan misi dan karya rohani. Dengan itu tulisan ini menjadi awal
dari segala tulisan filsafat yang berikutnya yang memiliki tujuan tertinggi
untuk membentuk suatu teori etika yang tertinggi dan sempurna. Demikianlah
tulisan ini.
Esai ini berkorespondensi dengan versi bahasa Inggris ini.
Comments
Post a Comment