Esai 5-Pengalaman Sadar

Pendahuluan

Pada esai 4, kita telah menetapkan suatu pernyataan filsafat sebagai pernyataan pertama di antara segala pernyataan filsafat, yaitu tentang keberadaan mutlak kenyataan yang berbunyi, “Kenyataan ada secara mutlak.” Dalam esai tersebut juga dijelaskan bahwa pernyataan tersebut dibuktikan oleh suatu kondisi yaitu pengalaman sadar. Konsepsi tentang pengalaman sadar ini telah disebutkan dalam 2 esai, yaitu pada esai 3 dan esai 4. Pertanyaannya kenapa harus ada esai khusus lagi untuk menjelaskan pengalaman sadar?

Alasannya adalah dengan esai yang khusus maka penjelasan tentang pengalaman sadar dapat difokuskan dan lebih dalam. Selain itu, penjelasan pada esai 3 dan esai 4 masih belum lengkap. Penjelasan di esai 3 hanya sekilas, penjelasan di esai 4 sudah mulai mendalam tapi masih ada unsur yang kurang jelas. Terakhir ini akan memudahkan kita untuk merujuk pada esai yang memang khusus membahas pengalaman sadar.

Maka atas alasan-alasan tersebut diadakanlah esai ini yang khusus membahas pengalaman sadar. Tujuan dari esai ini sebenarnya cukup singkat dan karena itu esai ini akan singkat pula, yaitu menentukan pengertian dari pengalaman sadar. Sebab penetapan mengenai keberadaan pengalaman sadar telah ditetapkan oleh esai 4, maka kita tidak akan mengulang apa yang telah ditulis sebelumnya. Adapula dalam esai ini juga akan dijelaskan signifikansi dari konsep pengalaman sadar itu sendiri.

Pengalaman Sadar

Pada esai 4 kita sudah mulai sedikit untuk membahas pengalaman sadar. Pengalaman sadar ini ditetapkan sebagai kebenaran yang pasti, yang secara pendasaran lebih mendasar daripada kebenaran tentang keberadaan mutlak kenyataan. Tertulis bahwa kebenaran tentang pengalaman ini tidak dapat dibuktikan secara eksternal, melainkan hadir begitu saja dan merupakan masalah kita menerima atau tidak.

Penjelasan seperti itu baik-baik saja untuk menetapkan betapa mendasarnya pengalaman sadar itu, tapi ada yang kurang. Kekurangan ini adalah pengertian dari pengalaman sadar itu sendiri. Sekalipun penjelasan pada esai 4 itu panjang, penjelasannya memang tidak menjelaskan apa arti dari pengalaman sadar. Maka untuk itulah esai ini diadakan, yaitu untuk menjelaskan pengertian dari pengalaman sadar yang selengkap-lengkapnya.

Pada esai-esai sebelumnya memang dijelaskan bahwa pengalaman sadar itu sulit diartikan dan sulit dianalisis. Namun bukan berarti tidak dapat dianalisis atau diartikan. Pengalaman sadar seringkali disamakan dengan informasi yang diterima oleh indera manusia, atau informasi yang terdapat dalam pikiran kita. Masalahnya bukan itu yang dinamakan dengan pengalaman sadar. Pengalaman sadar lebih tepat dikatakan sebagai semacam “rasa” atau “perasaan”.

Bayangkan kita sedang melihat suatu mobil merah. Menurut ilmu pengetahuan, kita dapat melihat mobil merah karena susunan foton yang terpantul dari mobil dan mengenai mata kita. Tentu saja pengalaman sadar bukanlah susunan foton yang kita terima, melainkan penafsiran kesadaran kita terhadap susunan tersebut sehingga timbullah dalam pandangan kita suatu gambar mobil merah. Gambar itulah yang kita lihat secara pribadi yang dinamakan dengan pengalaman sadar.

Jadi pengalaman sadar dapat diartikan sebagai rasa pribadi manusia terhadap kenyataan. Rasa ini hadir dalam berbagai wujud, misalnya bagaimana rupa gambar suatu benda, bagaimana bunyi suatu suara, bagaimana rasa suatu makanan, bagaimana sensasi dari suatu pikiran, rasanya untuk beremosi, dan lain sebagainya. Maka pengalaman sadar secara individual adalah serangkaian rasa yang unik terhadap satu situasi atau benda dalam kenyataan.

Secara keseluruhan, pengalaman sadar adalah totalitas dari rasa-rasa tersebut, atau totalitas dari pengalaman manusia. Seperti yang sudah dijelaskan dalam esai-esai sebelumnya, pengalaman ini menggabungkan semua bentuk pengalaman dan tidak membedakan antara pengalaman pikiran atau pengalaman inderawi. Maka seperti pada esai 3, tidak ada rasionalisme dan empirisme, melainkan hanya ada fenomenologi.

Jadi dengan itu kita dapat kurang lebih mendefinisikan pengalaman sadar sebagai berikut, “Pengalaman sadar secara keseluruhan adalah totalitas dari rasa-rasa yang unik terhadap kenyataan tanpa membedakan antara pengalaman internal atau pengalaman eksternal.” Sementara secara individual, “Pengalaman sadar secara individual adalah serangkaian rasa yang unik terhadap satu situasi atau benda kenyataan tanpa membedakan antara pengalaman internal atau pengalaman eksternal.” Pengalaman internal di sini dapat diartikan sebagai pengalaman pikiran dan emosional sementara pengalaman eksternal adalah pengalaman inderawi.

Signifikansi Pengalaman Sadar

Pengalaman sadar ini memiliki beberapa signifikansi sehingga layak dan harus memiliki esai tersendirinya, sekalipun singkat. Pengertian pengalaman sadar yang jelas dan tegas akan cukup penting untuk menentukan keberadaan benda-benda. Sebab pengetahuan akan keberadaan pada akhirnya ditentukan oleh pengalaman sadar, maka pembuktian untuk keberadaan ini harus jelas dan kuat dulu. Oleh sebab itu pengalaman sadar harus diartikan dengan baik.

Lalu seperti yang kita ketahui bahwa pengalaman sadar memang lebih mendasar daripada keberadaan. Memang benar bahwa kebenaran tentang keberadaan mutlak kenyataan adalah yang pertama, tapi kita mengenal bahwa kebenaran itu membutuhkan bukti. Kita harus menunjukkan dulu bahwa kebenaran itu memang memenuhi syarat-syarat kebenaran. Namun dalam kasus pengalaman sadar, tidak dibutuhkan bukti semacam itu. Pengalaman sadar membuktikan dirinya sendiri bahwa ia ada, lalu ia adalah dasar dari keberadaan mutlak kenyataan, jadi jelas bahwa pengalaman sadar memang lebih mendasar daripada keberadaan.

Karena sifatnya yang mendasar, pengalaman sadar ini yang menjadi dasar sesungguhnya dari sistem filsafat. Sementara itu dasar yang kuat adalah dasar yang jelas dan tegas, jadi pengalaman sadar ini harus diartikan dengan cukup jelas dan tegas. Oleh sebab itu pengalaman sadar memiliki signifikansi yang tinggi dalam keseluruhan sistem filsafat. Sementara banyak kebenaran akan berdasarkan deduksi, banyak kebenaran lainnya akan didasari oleh pengalaman sadar ini, termasuk kebenaran tentang pengalaman sadar.

Kesimpulan

Dengan itu kita dapat merancang 2 pernyataan filsafat yang menjadi kesimpulan akhir dari esai ini yaitu, “Pengalaman sadar secara keseluruhan adalah totalitas dari rasa-rasa yang unik terhadap kenyataan tanpa membedakan antara pengalaman internal atau pengalaman eksternal,” dan, “Pengalaman sadar secara individual adalah serangkaian rasa yang unik terhadap satu situasi atau benda kenyataan tanpa membedakan antara pengalaman internal atau pengalaman eksternal.” Dengan itu untuk esai berikutnya kita dapat kembali ke dalam topik tentang keberadaan dan secara khusus kita akan membahas keberadaan benda satuan. Maka esai ini dinyatakan selesai.

Esai ini berkorespondensi dengan versi bahasa Inggris ini.

Comments

Popular posts from this blog

Essay 5-Conscious Experience

Essay 21-Change II

Essay 15-Original and Derivative Objects