Esai 15-Benda Asli dan Benda Derivatif

Pendahuluan

Pada esai 7, esai 9, dan esai 13 kita telah mengenal tentang benda, sifat yang membentuk benda, identitas, dan kategori. Konsepsi tentang sifat benda dapat kita kembangkan untuk membagi benda menjadi 2 kategori berdasarkan sifat-sifatnya, yaitu benda asli dan benda derivatif. Esai ini harusnya relatif singkat, dan memang tujuannya hanya untuk mengeksplorasi konsep benda asli dan benda derivatif.

Benda Asli dan Benda Derivatif

Benda asli adalah benda yang tidak terdiri dari benda-benda lain atau merupakan hasil modifikasi dari benda lain. Benda asli adalah dasar dari benda derivatif, di mana benda derivatif dapat disederhanakan sebagai modifikasi atau perubahan dari benda asli. Setiap benda memang terdiri dari 2 bagian, yaitu benda esensial dan benda fundamental, benda esensial adalah bagian dari benda yang membuat benda itu dirinya sendiri, sementara benda fundamental adalah sifat eksistensial atau fenomenal yang dimiliki semua benda.

Dalam hal ini kita dapat berpikir bahwa semua benda akhirnya hanyalah derivasi dari sifat-sifat eksistensial dan fenomenal, dan ini tidak salah. Namun kita dapat mengambil perspektif berdasarkan benda esensial dan bukan fundamental. Masalah derivasi dan keaslian didasarkan oleh pembentuk dari benda esensial dan bukan benda fundamental, karena semua benda memiliki benda fundamental.

Untuk memperjelas konsep derivasi dan keaslian, baiknya kita memakai contoh abstrak. Misalkan ada benda A, B, dan C. Ketiga benda ini adalah benda asli, artinya selain benda fundamental, A, B, dan C bukan hasil modifikasi dari benda apapun lain. Jadi A, B, dan C sungguh berdiri independen dan justru adalah benda-benda yang fundamental (dibedakan dengan benda fundamental secara eksistensial atau fenomenal). Lalu dari benda-benda asli ini kita dapat menyusun benda-benda derivatif.

Derivasi paling mudah adalah dari kuantitas, misalnya ada 2A, 2B, 2C, tapi juga bisa juga ada penggabungan seperti A+B, atau A+C. Dalam lingkungan spasial, bisa terjadi rotasi atau translasi atau perubahan posisi, misalnya A(1,3) di mana benda asli A ada di (0,0). Atau misalnya Ar1, artinya A berotasi 1 kali. Mungkin ada juga (A+B)r2, artinya sistem A+B dirotasi 2 kali. Kalau kita meneliti dunia ini, akan nyata bahwa hampir semua benda yang ada adalah benda derivatif.

Ambillah suatu bola, bola adalah gabungan dari benda-benda yang lebih sederhana dan pada dasarnya adalah energi. Semua materi yang ada adalah derivasi dari energi yang sudah dimodifikasi dalam berbagai cara, biasanya secara kuantitas tapi bisa juga ada rotasi atau perubahan spasial lainnya yang memang ada hubungannya dengan perubahan kuantitas tapi tidak begitu saja disederhanakan pada perubahan kuantitas.

Kalau kita meneliti benda dalam ruang, bukankah setiap benda dapat menjadi benda asli ataupun benda derivatif pada saat yang sama? Memang benar, maka sebenarnya konsep derivatif bukan gabungan benda-benda asli yang sama, melainkan benda-benda asli yang berbeda. Karena semua benda berbeda dan tidak ada 2 benda yang sama persis, ingat pluralitas selalu menandakan perbedaan.

Maka saat aku mengatakan bahwa benda derivatif dapat berupa derivasi dalam kuantitas, maksudnya kuantitas benda secara intrinsik. Kalau kita hanya melihat benda secara intrinsik maka mungkin saja suatu benda berjumlah lebih dari 1, selama sifat intrinsiknya identik satu sama lain. Namun secara mutlak, memang setiap benda asli itu berbeda. Dalam hal benda spasial, aku berpikir bahwa benda yang sudah dalam ruang memang benda derivatif. Derivasinya adalah antara benda itu sendiri dengan wilayah ruang yang didiami oleh benda tersebut.

Derivasi dan keaslian tentu saja bukan semacam derivasi eksistensial kausal, misalnya benda A+B sungguh merupakan hasil gabungan A ditambah dengan B, melainkan menjelaskan relasi dalam logika saja. Pada tingkat eksistensial semua benda adalah benda asli karena keberadaan benda tak terubahkan, tak berawal, dan tak berakhir.  Jumlah benda derivatif pastilah tak terhingga, tapi apakah ada jumlah benda asli yang terbatas atau tak terbatas? Kita tidak tahu dan itu di luar kepentingan esai ini. Hal yang penting adalah kita memahami konsep dasar benda asli dan benda derivatif.

Kesimpulan

Maka kita memperoleh pernyataan-pernyataan filsafat sebagai berikut, “Benda Asli adalah benda yang bukan merupakan hasil derivasi atau modifikasi dari benda lain,” “Benda derivatif adalah benda yang merupakan hasil derivasi atau modifikasi dari benda asli.” Untuk esai berikutnya kita akan meneliti konsep benda mutlak dan benda relatif. Sekarang esai ini dinyatakan selesai.

Esai ini berkorespondensi dengan versi bahasa Inggris ini.

Comments

Popular posts from this blog

Essay 5-Conscious Experience

Essay 21-Change II

Essay 15-Original and Derivative Objects