Esai 10-Perbedaan dan Perubahan

Pendahuluan

Pada esai 7, kita telah memahami konsep tentang benda dan pengertiannya. Sekalipun tidak pernah dinyatakan secara eksplisit, ada banyak sekali benda, dan bukan hanya 1 benda. Hal ini dipastikan melalui esai 6, yang menyatakan bahwa keberadaan benda-benda diketahui melalui pengalaman sadar. Maka berdasarkan kedua esai tersebut, kita mengenali adanya pengalaman akan perbedaan dan perubahan. Esai ini bertujuan untuk mengeksplorasi tentang perbedaan dan perubahan.

Perbedaan

Konsep perbedaan sangatlah sederhana, karena hanya menyatakan bahwa ada benda-benda yang berbeda, yang dapat kita bedakan satu dengan yang lainnya. Makna “beda” mungkin hanya dapat diterjemahkan sebagai “tidak sama”. “Sama” artinya dapat diterjemahkan sebagai “satu wujud” atau “satu rupa”. Namun untuk memahami “serupa” harus memakai istilah “sama” lagi. Alangkah lebih parahnya jika “sama” kita definisikan kembali sebagai “tidak berbeda”.

Kalau kita sungguh ingin menetapkan suatu definisi yang formal untuk perbedaan, kita harus mengeksplorasi konsep-konsep yang lebih dalam. Untuk sekarang cukuplah untuk mengatakan bahwa perbedaan adalah “ketidaksamaan” atau “ketidakserupaan.” Konsep perbedaan paling mudah dipahami melalui contoh. Ada manusia, pesawat, mobil, tanaman, batu, anjing, ayam, dan segala benda lainnya. Semua benda ini jelas saja memiliki perbedaan dan memahami itu saja sudah cukup.

Perubahan

Perubahan sangat terkait dengan perbedaan dan secara singkat adalah pengalaman atau fenomena di mana suatu benda menjadi berbeda, atau menjadi tidak sama. Dengan adanya perubahan, maka terdapat awal dan akhir dari fenomena, benda dapat masuk ke dalam dan keluar dari pengalaman sadar. Hampir mustahil juga untuk mengartikan perubahan dalam kata-kata lain selain, “menjadi beda.”

Namun kita dapat menganalisis hakikat dari perubahan ini supaya ada pengertian yang lebih baik. Ada 2 bentuk dari perubahan yang dapat kita analisis, yaitu perubahan sebagai perubahan keberadaan dan ada perubahan sebagai perubahan fenomena. Perubahan keberadaan artinya saat kita mengamati perubahan, yang berawal dan berakhir adalah keberadaan, sementara perubahan fenomena artinya saat kita mengamati perubahan, yang berawal dan berakhir adalah fenomena.

Sesungguhnya bentuk perubahan yang berupa perubahan keberadaan, sudah kita buktikan sebagai salah, atau setidaknya setengah salah. Karena pada esai 8 kita telah membuktikan bahwa suatu benda yang “berawal” sesungguhnya telah ada dan tersimpan dalam penyebabnya, atau tepatnya dalam sifat penyebabnya. Misalkan A dan B, A menyebabkan B, B sebenarnya sudah ada dalam A dan yang terjadi adalah perubahan fenomenal.

Perubahan bukanlah proses benda-benda keluar-masuk dari dan ke dalam keberadaan, melainkan hanyalah proses benda-benda keluar-masuk dari dan ke dalam pengalaman sadar atau wilayah fenomena. Sebab sesungguhnya dari awal benda-benda yang disebabkan itu sudah ada, hanya saja terkandung dan tersimpan dalam sifat penyebabnya, dalam bentuk yang tidak dapat kita alami sepenuhnya sebelumnya.

Maka kita dapat merangkum pembahasan tentang perubahan. Perubahan pertama-tama adalah pengalaman sadar akan benda-benda yang menjadi berbeda, dari besi menjadi mobil, dari bayi menjadi dewasa, dari satu posisi ke posisi berikutnya, dan sebagainya. Hakikat dari perubahan ini adalah proses benda keluar-masuk dari dan ke dalam wilayah fenomena atau pengalaman sadar. Adapula kedua pernyataan tersebut menjadi kesimpulan dari bagian ini.

Sifat Dinamis

Setiap benda yang mampu berubah, yaitu keluar-masuk pengalaman sadar memiliki suatu sifat yang unik. Sifat ini adalah sifat dinamis, yaitu sifat suatu benda yang menyebabkan benda itu untuk berubah. Kita telah mempelajari tentang sifat dalam esai 9, maka dalam kata lain sifat dinamis adalah suatu benda abstrak yang menjadi bagian dari benda yang lebih luas yang menggerakkan benda tersebut untuk berubah menjadi benda yang lain.

Sifat dinamis terdiri dari beberapa sifat lagi, yaitu sifat kausal, sifat dinamis, dan sifat tujuan. Sifat kausal adalah benda-benda apa yang dibutuhkan untuk memicu perubahan, sifat dinamis adalah sifat yang memampukan perubahan itu terjadi, dan sifat tujuan adalah tujuan dari perubahan. Maka sifat dinamis ini selalu mengaitkan antara satu benda dengan benda yang lain, biasanya dalam satu alur benda yang sangat banyak.

Kita dapat menganalisis ketiga sifat ini dari suatu permainan sepakbola. Saat bola pertama kali bergerak, sifat dinamis memampukan bola untuk bergerak dan berubah posisi, sementara sifat kausalnya adalah tendangan pemain, artinya perubahan posisi bola akan terjadi saat terkena kaki pemain dengan gaya tertentu. Sifat tujuan bola itu bisa saja gawang lawan atau menjauh dari gawang tim.

Suatu contoh yang lebih abstrak adalah dengan fungsi matematika. Nilai apapun dalam suatu fungsi dapat berupa hasil dari operasi fungsi yang sebelumnya, atau dapat menjadi masukan dari operasi fungsi yang berikutnya dan menghasilkan nilai yang baru. Nilai sebelumnya beserta operasi fungsinya adalah sifat kausal, dan nilai berikutnya adalah sifat tujuan. Sifat dinamis hanya berarti bahwa fungsi itu dapat ada dan suatu nilai matematis dapat berubah-ubah.

Secara bersama, sifat dinamis menjadi satu sifat yang mendiktekan bagaimana suatu benda akan berubah berdasarkan kondisi-kondisi yang ada. Sifat-sifat dinamis dari berbagai benda individual dapat disatukan untuk menyusun pola-pola tertentu dan merumuskan hukum-hukum yang dapat dipahami manusia. Sifat dinamis adalah dasar dari berbagai persamaan matematis yang digunakan untuk merumuskan berbagai hukum alam atau tepatnya pola alam.

Sifat dinamis dapat pula dikaitkan kembali dengan hakikat perubahan, karena sifat dinamis mengaitkan suatu benda dengan benda lainnya, maka keberadaan benda berikutnya telah tersimpan dalam sifat tujuan benda yang menjadi sifat kausal dari benda tersebut. Dalam istilah lebih sederhana, jika A menyebabkan B, maka B sudah tersimpan dalam sifat tujuan A yang menjadi sifat kausal dari B.

Sehingga dengan pengertian tersebut, perubahan yang terjadi tidak mungkin merupakan perubahan keberadaan melainkan perubahan fenomena. Sifat dinamis adalah sifat untuk melakukan perubahan, maka sifat tersebut adalah sifat benda untuk mengeluarkan dirinya sendiri dari dalam pengalaman sadar dan menarik suatu benda lain untuk masuk ke dalam pengalaman sadar.

Dengan itu kita dapat merangkum sifat dinamis sebagai berikut. Sifat dinamis adalah sifat  suatu benda yang terkait dengan perubahan benda tersebut. Sifat dinamis terdiri dari 3 yaitu sifat dinamis yang memampukan benda untuk berubah, sifat kausal yang merupakan benda-benda yang menyebabkan perubahan, dan sifat tujuan yang merupakan benda hasil dari perubahan.

Perubahan Fenomenal

Kita telah menetapkan bahwa perubahan adalah kejadian benda keluar-masuk pengalaman sadar. Namun ini memiliki implikasi bahwa perubahan tidak nyata di luar pengalaman sadar. Masalah ini dapat diselesaikan dengan memodifikasi pengertian tentang perubahan sehingga tidak mengusik keberadaan benda tapi juga tetap sesuai dengan pengamatan keluar-masuk pengalaman sadar.

Kita memahami bahwa perubahan awalnya adalah proses benda keluar-masuk pengalaman sadar. Namun apakah mungkin bahwa perubahan lebih dari sekadar proses benda keluar-masuk pengalaman sadar? Perubahan memang bukan awal dan akhir dari keberadaan, tapi kita dapat memperkenalkan suatu tingkatan keberadaan yaitu tingkatan aktualitas. Di mana perubahan ini adalah perubahan dari aktualitas suatu benda.

Apa yang dimaksud dengan aktualitas? Aktualitas dapat diartikan sebagai suatu medan atau wilayah di mana benda-benda dapat berubah dan saling mempengaruhi. Aku menyebut medan ini sebagai aktualitas juga karena kesadaran beroperasi di medan aktualitas ini, di medan yang dapat berubah. Maka maksud dari kata “aktual” adalah yang paling nyata bagi kita. Benda hanya dapat kita alami dengan sadar saat benda itu ada dalam medan aktual. Jika benda ada di luar aktualitas, artinya kita tidak dapat mengalami benda itu.

Jadi perubahan bukan hanya proses benda keluar-masuk pengalaman sadar, tapi tepatnya adalah proses keluar-masuk aktualitas. Maka benda-benda yang sangat di luar jangkauan pengalaman sadar dapat tetap berubah secara aktual tanpa harus disaksikan dan perubahan-perubahan nun jauh itu dapat mempengaruhi kondisi yang ada dalam jangkauan pengalaman sadar kita. Sementara aktualitas adalah wilayah kenyataan yang dapat diakses oleh kesadaran.

Kesimpulan

Ada beberapa pernyataan filsafat yang dapat kita petik dari esai ini, dan sebenarnya sedikit sulit untuk merangkumnya. Pertama, “Perbedaan adalah kondisi benda-benda yang tidak satu rupa.” Kedua, “Perubahan adalah proses keluar-masuknya benda dari dan ke dalam aktualitas.” Ketiga, “Sifat dinamis adalah sifat dari suatu benda yang terkait dengan perubahan benda tersebut.” Keempat, Sifat dinamis terdiri dari 3 sifat yaitu sifat dinamis, sifat kausal, dan sifat.

Kelima, “Sifat dinamis adalah sifat yang memampukan suatu benda untuk berubah.” Keenam, “Sifat kausal adalah benda-benda yang menyebabkan perubahan suatu benda.” Ketujuh, “Sifat tujuan adalah benda hasil perubahan suatu benda.” Dan kedelapan, “Aktualitas adalah wilayah kenyataan yang dapat diakses oleh kesadaran.” Esai berikutnya akan menjelaskan tentang pengertian keberadaan untuk merangkum segala hal tentang keberadaan sejauh ini. Sekarang esai ini dinyatakan selesai.

Esai ini berkorespondensi dengan versi bahasa Inggris ini.

 

Comments

Popular posts from this blog

Essay 5-Conscious Experience

Essay 21-Change II

Essay 15-Original and Derivative Objects